
Pesisit media.com, Banjarbaru, 23 Februari 2026 – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan bahwa pasokan daging sapi, ayam ras, dan telur ayam ras di wilayahnya aman dengan harga yang tetap stabil. Kepala Disbunnak Kalimantan Selatan, Suparmi, menyatakan bahwa pemerintah provinsi terus melakukan pengawasan ketat untuk memastikan ketersediaan dan harga komoditas ini tetap terkendali.
“Kami pastikan ketersediaan daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras di Kalimantan Selatan aman. Harga juga relatif stabil karena produksi daerah kita mencukupi, bahkan surplus,” ungkap Suparmi di Banjarbaru, Senin (23/2/2026).
Disbunnak telah menerapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan, di antaranya dengan melakukan monitoring di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), cold storage, serta Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah maupun swasta. Pengawasan juga dilakukan dari hulu, mencakup peternakan rakyat, industri peternakan unggas dan sapi, serta koordinasi dengan asosiasi peternakan lokal.
Surplus Produksi Ayam dan Telur
Kalimantan Selatan tercatat sebagai daerah surplus dalam produksi ayam pedaging dan telur ayam ras. Pada tahun 2025, populasi ayam pedaging di wilayah ini mencapai lebih dari 100 juta ekor, dengan produksi daging mencapai 123 juta kilogram. Sementara itu, populasi ayam petelur mencapai sekitar 7,7 juta ekor dengan produksi telur sebesar 114 juta kilogram.
Menurut Suparmi, kebutuhan daging ayam di Kalimantan Selatan hanya sekitar 43% dari total produksi, sementara konsumsi telur per kapita mencapai 27,28 kilogram per tahun. Kondisi ini tidak hanya mencukupi kebutuhan dalam provinsi, tetapi juga mampu memenuhi pasokan untuk provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Menjaga Pasokan dengan DOC
Untuk mendukung kesinambungan produksi, Disbunnak juga memastikan ketersediaan bibit ayam (Day Old Chicken/DOC) melalui tujuh industri perbibitan lokal.
Pada Januari 2026, Kalimantan Selatan memproduksi lebih dari 8,2 juta DOC ayam broiler, dengan 84%-nya didistribusikan untuk kebutuhan dalam provinsi.
“Ketersediaan DOC menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi. Dengan dukungan industri perbibitan lokal, kami optimistis pasokan daging dan telur tetap terjaga sepanjang tahun,” tambah Suparmi.
Dengan langkah-langkah tersebut, Disbunnak optimis ketersediaan daging ayam ras dan telur di Kalimantan Selatan akan tetap aman dan stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun.



