
PESISIR MEDIA.COM – BANJARMASIN – Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalimantan Selatan menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan rekapitulasi sementara, kontingen Kalsel berhasil mengumpulkan 21 medali, terdiri dari 7 emas, 7 perak, dan 7 perunggu.
Cabang olahraga atletik menjadi salah satu penyumbang prestasi bagi kontingen Kalsel. Sejumlah atlet berhasil meraih podium pada berbagai nomor pertandingan, mulai dari lari, lompat jauh, lempar roket, lempar bola, hingga tolak peluru.
Pada nomor lari 400 meter putra kategori High Ability, Muhammad Rif’ah Safari meraih juara pertama Divisi III, sedangkan Muhammad Ihsan menempati posisi ketiga Divisi I.
Prestasi lainnya diraih Patur Rahman yang meraih juara pertama pada nomor lari 25 meter putra kategori Low Ability Divisi II. Nadia Eka Putri juga berhasil menjadi juara pertama pada nomor lompat jauh tanpa awalan putri Divisi II.
Di nomor lempar roket putra kategori High Ability, Wanto dan Muhammad Rif’ah Safari masing-masing meraih juara pertama pada Divisi I dan Divisi II. Sementara itu, M. Alfi Firdaus meraih juara pertama nomor lompat jauh putra kategori High Ability Divisi III.
Atlet Kalsel juga menyumbangkan medali melalui nomor lainnya. Muhammad Rasidi menjadi juara pertama lempar bola putra kategori Low Ability Divisi I. Sementara itu, Elena Lestari meraih juara kedua lari 400 meter putri Divisi I, disusul Ahmad Firdaus yang meraih juara kedua lari 100 meter putra Divisi II.

Tim estafet 4 x 100 meter putri Kalsel turut meraih juara ketiga, sedangkan tim estafet putra menempati posisi keempat.
Selain atletik, tim sepak bola putra dan putri SOIna Kalsel juga mempersembahkan dua medali perak bagi kontingen daerah.
Secara keseluruhan, berdasarkan rekapitulasi sementara, kontingen SOIna Kalimantan Selatan telah mengoleksi 7 medali emas, 7 perak, dan 7 perunggu, serta menempati posisi juara keempat pada lima nomor pertandingan.
Capaian ini menjadi bukti semangat, kerja keras, dan kemampuan para atlet bertalenta khusus Kalimantan Selatan dalam berkompetisi di tingkat nasional. Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan pembinaan olahraga yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh atlet.




