BANJARBARUPERTANIAN DAN PANGAN

Pemko Banjarbaru Dorong Peningkatan Produksi dan Pemasaran Hasil Pertanian Lokal

Pemko Banjarbaru Dorong Peningkatan Produksi dan Pemasaran Hasil Pertanian Lokal

PESISIR MEDIA.COM – BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru mendorong para petani untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan pemasaran hasil pertanian lokal guna memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyampaikan hal tersebut setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru, sekaligus memeriksa ketersediaan stok pangan.

Lisa meminta Kios Pangan yang berada di samping kantor DKP3 tidak hanya menjadi tempat penjualan bahan pokok, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pemasaran berbagai produk pertanian lokal.

“Kita harus mendukung produk lokal terus berkembang sehingga petani memiliki akses pasar yang lebih baik dan ketahanan pangan daerah juga semakin kuat,” ujar Lisa.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Ketahanan pangan bukan hanya memastikan stok tersedia, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Piring makan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Lisa memeriksa ketersediaan stok dan harga sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari beras, gula, minyak goreng, hingga telur. Ia juga melihat langsung pemasaran beras lokal yang berasal dari Kecamatan Cempaka.

Kios Pangan DKP3 Banjarbaru saat itu menyediakan 100 kilogram beras lokal dengan harga Rp23.000 per kilogram. Pemasaran beras tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membuka akses pasar bagi hasil pertanian petani setempat.

Berdasarkan data stok dan pasokan September 2026, ketersediaan beras di Kota Banjarbaru mencapai 1.829 ton atau surplus 422,44 ton dibandingkan kebutuhan bulanan. Sementara itu, gula konsumsi tercatat surplus 201,61 ton, minyak goreng 109,45 ton, dan telur ayam 87,02 ton.

Meski sejumlah komoditas memiliki ketersediaan di atas perkiraan kebutuhan bulanan, pemantauan harga dan distribusi tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan serta keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut sidak tersebut, DKP3 Banjarbaru merencanakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Bersubsidi, pemantauan harga secara berkala, serta penyusunan kesepakatan dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) untuk memasok produk pertanian ke Kios Pangan.

Melalui langkah tersebut, Pemko Banjarbaru berharap pemasaran hasil pertanian lokal semakin berkembang, pendapatan petani meningkat, dan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button