
PESISIR MEDIA.COM, MAGELANG DIY- Pemerintah memiliki program prioritas dalam rangka mewujudkan penguatan ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang kualitasnya tinggi, membangun lingkungan hidup serta meningkatkan ketahanan iklim. Salah satu kebijakan pendukung program prioritas tersebut adalah Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI melalui sambutan yang dibacakan oleh Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Dyah Murtiningsih dalam kegiatan Festival Collaboration For Sustainability kawasan Menoreh di Desa Ngadirejo Kecamatan Salaman yang diadakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kamis, (19/09)
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Fathimatuzzahra, S.Hut., MP. ikut hadir dalam acara tersebut, menurutnya kegiatan ini sejalan dengan apa yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanan dengan program Revolusi Hijau.
“Kegiatan RHL berbasis bentang lahan dalam implementasinya menjadi tanggung jawab multi pihak sehingga mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi harus melalui kolaborasi antar sektor dari pemerintah pusat dan daerah, korporasi, akademisi, peneliti dan tentunya masyarakat. Tentunya Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Kehutanan akan selalu berkolaborasi untuk kegiatan RHL ini, termasuk mengadopsi apa yang sudah dilakukan oleh Temen-temen yang melaksanakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan perbukitan Menoreh ini yang memfasilitasi sarana tambahan ketahanan air serta monitoring dan evaluasi digital yang dilaksanakan pada 99 Desa yang melibatkan sebanyak 144 kelompok tani, dengan pola Agroforestri” ungkap Fathimatuzzahra.
Dalam kegiatan ini juga Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan ikut menandatangani deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen mensukseskan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan secara kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.



