
Kabut Asap Batasi Jarak Pandang di Jalan Trikora Banjarbaru, Lalu Lintas Sempat Macet
PESISIR MEDIA.COM, BANJARBARU – Kabut asap menyelimuti ruas Jalan Trikora, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, pada pagi hari. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang pengendara terbatas hingga sejumlah pengemudi terpaksa menghentikan kendaraannya dan memicu kemacetan lalu lintas.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap yang cukup tebal membuat pengemudi kesulitan melihat kondisi jalan di depan. Demi keselamatan, sejumlah sopir memilih berhenti sambil menunggu jarak pandang kembali membaik.
Salah seorang pengemudi truk, Junaidi, mengaku telah menghentikan kendaraannya selama lebih dari satu jam karena khawatir melanjutkan perjalanan dalam kondisi jarak pandang terbatas.

“Mata sudah tua, jadi jarak pandang kita ini terbatas. Dapatnya kabut tebal ini enggak berani jalan. Menunggunya sudah satu jam lebih,” ujarnya.
Junaidi yang membawa logistik berupa makanan menuju Tanjung, Kabupaten Tabalong, mengaku kondisi tersebut menghambat aktivitas pekerjaannya. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan upaya untuk mengatasi kabut asap.
“Kalau bisa dari pihak terkait, pemerintah, tolonglah diatasi. Baru tahun-tahun ini saja yang kembali kabut lagi. Kemarin-kemarin sudah nyaman, tidak ada kabut, tapi sekarang kabut lagi,” imbuhnya.

Keluhan serupa disampaikan Ridho, pengemudi truk yang melintas dari Banjarbaru menuju Handil Bakti, Marabahan. Menurutnya, kabut asap di kawasan tersebut bukan hal baru, tetapi kondisi pada pagi itu dinilai lebih parah dibandingkan biasanya.
“Kalau kabut asap di sini sering. Pagi ini yang parah,” ungkapnya.
Ridho berharap kabut asap segera ditangani agar tidak terus mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas para pengemudi angkutan.
“Supaya cepat diatasi, biar jangan terlalu lama kabutnya. Karena mengganggu, mengganggu benar kabutnya,” pungkasnya.
Kabut asap yang membatasi jarak pandang menjadi perhatian bagi para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar. Pengendara diimbau tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi jalan tidak memungkinkan demi keselamatan bersama.



