HOT NEWSKALSEL

KM VIRGO TRANSPORT 8 HILANG KONTAK, 107 PENUMPANG SELAMAT

Pesisir Media.com, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan duka mendalam atas insiden KM Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin yang dilaporkan hilang kontak setelah menghadapi cuaca buruk.

Kapal tersebut dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 WITA. Dari sekitar 240 penumpang, 107 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 6 orang dilaporkan meninggal dunia. Penumpang lainnya masih dalam proses pencarian.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, M. Fitri Hernadi, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan tim gabungan.

Sedikitnya 4 kapal dikerahkan untuk melakukan pencarian dan pertolongan. Basarnas dan Polri juga mengerahkan pesawat serta helikopter untuk mendukung pencarian dari udara.

“Beliau akan memantau langsung proses pencarian dan penyelamatan bersama Basarnas, kemudian tim-tim pencari lainnya. Mudah-mudahan kita berharap situasi yang terjadi hari ini mendapatkan hasil yang baik untuk kita semua,” ujar Fitri saat dihubungi melalui telepon, Minggu (13/9/2026).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman juga telah hadir di pelabuhan untuk memantau langsung perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan.

Fitri menegaskan, seluruh personel yang terlibat akan berupaya maksimal menemukan penumpang yang masih belum diketahui keberadaannya. Koordinasi juga dilakukan dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk memperluas pencarian dan mempercepat proses pertolongan.

Menurut Fitri, kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran menjadi perhatian penting dalam insiden tersebut. Ia berharap dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan, kelaikan, perizinan hingga operasional kapal.

“Kita hanya berharap bahwa Kementerian Perhubungan memperketat proses kelaikan kapal, kemudian proses keberangkatan, kemudian syarat operasional agar sesuai dengan SOP,” tegasnya.

Fitri juga meminta setiap potensi pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan pelayaran ditindak tegas. Keterbatasan sarana transportasi, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang dapat membahayakan penumpang dan awak kapal.

“Jangan karena kita memang keterbatasan angkutan sehingga memberikan toleransi pelanggaran-pelanggaran yang akhirnya memakan korban jiwa,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button