
Atas keberhasilan tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menerima penghargaan “TOP Leader On Digital Implementation 2025” sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dukungannya dalam mempercepat transformasi digital di pemerintahan. Penghargaan juga diberikan kepada Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Dr. H. Muhamad Muslim, S.Pd, M.Kes, yang dinobatkan sebagai “Top CIO On Digital Implementation 2025” berkat konsistensi dan inovasinya dalam pengembangan sistem layanan digital di Kalsel.
Salah satu inovasi terbaru Pemprov Kalsel adalah peluncuran aplikasi BEKANTAN (Berinvestasi di Kalimantan Selatan) pada 13 November 2025 di Jakarta. Aplikasi ini menyediakan data terpadu mengenai seluruh potensi dan peluang investasi di Kalsel, termasuk sektor unggulan, infrastruktur, regulasi, serta daftar proyek yang siap ditawarkan di 13 kabupaten/kota.
Penghargaan untuk Pemprov Kalsel diserahkan kepada Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, S.Sos., M.Si, yang hadir mewakili Gubernur. Turut mendampingi jajaran Diskominfo Kalsel, mulai dari Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi Publik, Kepala Seksi Pengelola Opini Publik, Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik, hingga perwakilan staf.
“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas keberhasilan Kalsel meningkatkan layanan publik berbasis teknologi digital. Ini tidak lepas dari konsistensi dan kerja keras seluruh jajaran Diskominfo Kalsel dalam melakukan inovasi,” ujar Adi Santoso.
Acara penganugerahan Top Digital Awards 2025 dihadiri hampir 500 peserta dari berbagai sektor, mulai dari CEO perusahaan, pejabat pemerintah, hingga pimpinan dinas Kominfo seluruh Indonesia.
Ketua Penyelenggara TOP Digital Awards 2025 sekaligus Pemimpin Redaksi ItWorks, M. Lutfi Handayani, MM., MBA, menjelaskan bahwa ajang ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga forum pembelajaran bersama bagi instansi dan perusahaan untuk memperkuat strategi transformasi digital. Setiap peserta mendapatkan kesempatan menerima masukan langsung dari dewan juri serta mengikuti sesi presentasi peserta lain untuk memperluas wawasan.
Proses penilaian tahun ini melibatkan seleksi dari hampir 1.000 calon peserta, disaring menjadi sekitar 200 kandidat, dan akhirnya 131 peserta yang dinilai lengkap oleh Dewan Juri. Kriteria penilaian mencakup keberhasilan implementasi teknologi digital, tata kelola IT dan keamanan siber, pemanfaatan AI generatif, serta efektivitas aplikasi atau platform digital.
Ketua Dewan Juri, Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara, menegaskan bahwa transformasi digital kini menjadi strategic driver yang menentukan keunggulan operasional organisasi. Tema tahun ini, “Driving Operational Excellence through Intelligent Digital Transformation”, dinilai sangat relevan dengan arah kebijakan Presiden RI 2025–2029 terkait percepatan digitalisasi nasional.
Ia juga memaparkan sejumlah temuan strategis sepanjang proses penilaian, antara lain kesiapan digital organisasi yang meningkat meski implementasinya masih bervariasi, pemanfaatan AI yang berkembang namun governance belum matang, kebutuhan peningkatan kompetensi SDM digital, pentingnya penguatan keamanan siber, serta perlunya memastikan bahwa inovasi digital memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan organisasi.
Dewan Juri memberikan sejumlah rekomendasi, mulai dari penguatan keselarasan strategi digital, pembangunan integrasi data, peningkatan kapasitas SDM digital, penerapan keamanan siber end-to-end, hingga fokus pada dampak nyata dari setiap proyek digital.
Di akhir acara, Dewan Juri menyampaikan selamat kepada seluruh penerima penghargaan dan berharap TOP Digital Awards terus menjadi katalisator kemajuan transformasi digital di Indonesia. “Semoga kegiatan ini mendorong keberhasilan penerapan dan pemanfaatan teknologi digital yang lebih efektif di seluruh instansi dan perusahaan,” pungkas Prof. Benny.



