
Pesisir Media.com, Kotabaru – Pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru terus menunjukkan progres.
Hingga Selasa (6/10/2026), pekerjaan di sisi Batulicin telah mencapai sekitar 1.000 meter dengan jarak antartiang sekitar 50 meter.

Progres tersebut diketahui saat Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meninjau langsung pembangunan jembatan di sisi Batulicin.
Dalam peninjauan, Gubernur berdialog dengan pengawas, kontraktor, serta sejumlah pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyek.

Menurut keterangan pengawas di lapangan, pekerjaan di lokasi tersebut telah mencapai sekitar 1.000 meter. Sementara jarak masing-masing tiang mencapai sekitar 50 meter.
Gubernur H. Muhidin mengatakan peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan yang dilaksanakan sejumlah badan usaha dan kontraktor.
Pembangunan Jembatan Pulau Laut terbagi dalam beberapa paket pekerjaan. Di sisi Batulicin, pekerjaan sepanjang sekitar 1 kilometer dilaksanakan konsorsium PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, dan PT Borneo Berkah Abadi.

Sementara di sisi Kotabaru, pekerjaan sepanjang sekitar 1,5 kilometer dikerjakan PT Nindya Karya bersama PT Brantas Abipraya.
Secara keseluruhan, Jembatan Pulau Laut memiliki panjang sekitar 3,75 kilometer dan lebar 24 meter. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2028 dan dapat digunakan pada 2029.
Pembangunan jembatan memiliki nilai anggaran sekitar Rp7,95 triliun, dengan pembiayaan melalui sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Jembatan utama menggunakan struktur cable-stayed dengan 2 pylon setinggi sekitar 100 meter. Bentang utama jembatan mencapai 505,5 meter.
Dengan terhubungnya Tanah Bumbu dan Kotabaru, Jembatan Pulau Laut diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi di Kalimantan Selatan.



