
PESISIR MEDIA.COM — BANJARMASIN — Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kalsel, Jumat (21/8/2026).
Dalam penyampaiannya, Hasnuryadi mengatakan perubahan APBD disusun untuk menyesuaikan perubahan RKPD 2026 dan sasaran RPJMD Kalsel 2025–2029, sekaligus mengakomodasi sejumlah kebijakan strategis pemerintah pusat.

Di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, serta Sekolah Rakyat sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
Dari sisi anggaran, pendapatan daerah meningkat dari Rp7,353 triliun menjadi Rp7,762 triliun atau naik 5,56 persen.
Sementara belanja daerah meningkat dari Rp9,939 triliun menjadi Rp10,534 triliun atau naik 5,98 persen. Kondisi tersebut membuat defisit meningkat dari sekitar Rp2,585 triliun menjadi Rp2,771 triliun.
Untuk menutup defisit, penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SiLPA tahun sebelumnya meningkat dari Rp2,685 triliun menjadi Rp2,971 triliun.
Hasnuryadi menegaskan, penyusunan perubahan APBD tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan. Alokasi pendidikan tetap di atas 20 persen, belanja pegawai di bawah 30 persen, serta belanja infrastruktur pelayanan publik melampaui batas minimal 40 persen.
Ia berharap pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2026 dapat segera disepakati, sehingga sisa waktu tahun anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kalimantan Selatan.
“Semoga apa yang kita lakukan sepenuhnya bermanfaat untuk masyarakat,” kata Hasnuryadi.



