
PESISIR MEDIA.COM – BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru meresmikan beroperasionalnya armada truk serbaguna dan perangkat Early Warning System (EWS) yang merupakan hibah dari BNPB kepada BPBD Banjarbaru. Hibah berupa armada truk serbaguna dan perangkat Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini atau pemberitahuan adanya bencana.
Truk serbaguna dan perangkat EWS sendiri merupakan hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diserahterimakan kepada BPBD Kota Banjarbaru, di sela apel Hari Bela Negara di lapangan dr. Murdjani Banjarbaru, Senin (26/1/2026) oleh Sekretaris daerah kota Banjarbaru Sirajoni kepada kepala BPBD kota Banjarbaru Zaini Syahrani.
Menurut Sirajoni dengan kehadiran mobil ini diharapkan lebih meningkatkan upaya dini memantau kejadian-kejadian lebih awal, sehingga dapat memudahkan kita untuk lebih memitigasi lagi dampak dari bencana,” ujar Sekdako Banjarbaru ini.
Sirjon, sapaan akrabnya membeberkan, armada berikut perangkat EWS difungsikan untuk mengantisipasi bencana. Terlebih saat memasuki puncak musim penghujan di bulan Desember 2025 hingga Januari 2026.
“Tentunya (hibah armada dan EWS) ini sangat berguna mengantisipasi bencana, (yang) dikhawatirkan muncul di puncak-puncak pada musim penghujan antara Desember 2025 dan Januari 2026.

Di kesempatan yang sama, Kepala BPBD kota Banjarbaru, Zaini Syahrani menambahkan, bantuan dari BNPB ini direalisasikan pada akhir tahun 2025 termasuk EWS yang dipasang sebagai peringatan dini bencana banjir di Banjarbaru.
“EWS merupakan hal yang baru bagi masyarakat Banjarbaru, dan ini adalah pertama kalinya Banjarbaru mendapatkan EWS,” tambahnya.

Zaini menerangkan, hibah satu unit truk serbaguna nantinya berfungsi untuk evakuasi, penggunaan peralatan, dan mengangkut orang-orang yang terdampak bencana. Sementara, EWS yang didapat sebanyak dua unit, berfungsi sebagai peringatan dini bagi masyarakat setempat.
Menurut Zaini skala sirine EWS dapat didengar hingga 1,5 kilometer persegi. Perangkat ini dipasang di dua lokasi, yakni di Kelurahan Cempaka dan Guntung Paikat.
“Walau tergolong baru, Zaini memastikan masyarakat di titik rawan bencana telah menerima sosialisasi mengenai EWS langsung dari BNPB.

Nantinya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memastikan status bahaya dapat menyebar melalui pesan singkat.
“Sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi darurat meskipun berada jauh dari lokasi EWS,” pungkas Zaini.



