BANJARMASINOLAHRAGA

Banjarmasin Juara Umum, Edi Sunarto Sebut Tuan Rumah dan Tanah Bumbu Jadi Lawan Terberat

Pesisir media.com, Banjarmasin – Kontingen Kota Banjarmasin kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara umum pada cabang olahraga karate di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan. Persaingan ketat terjadi sepanjang pertandingan, terutama dari tuan rumah serta Kabupaten Tanah Bumbu yang menjadi lawan terberat.

Hal tersebut disampaikan Edi Sunarto, Ketua INKAI Kota Banjarmasin, usai pertandingan.

“Lawan terberat kemarin itu tuan rumah dan Tanah Bumbu. Ada tiga yang paling berat, tapi tuan rumah dan Tanah Bumbu ini yang paling menonjol, terutama perolehan emasnya,” ujar Edi Sunarto.

Ia menjelaskan, Banjarmasin mampu mendominasi baik di sektor putra maupun putri. Pada kategori putri, atlet Banjarmasin mencatatkan sejarah dengan meraih emas perorangan dan beregu, sementara sektor putra juga berhasil mengunci posisi juara umum.

“Kalau putra juara umum, putri juga mendominasi. Secara global, dari cabang yang dipertandingkan di Porprov, kami berada di peringkat satu klasemen,” jelasnya.

Edi mengungkapkan, sebelumnya pihaknya hanya menargetkan tujuh medali emas saat berlaga di Tanah Laut. Namun hasil yang diraih justru melampaui target tersebut.

“Awalnya saya targetkan cuma tujuh emas, tapi ternyata anak-anak bisa lebih. Ini hasil kerja keras atlet dan pelatih,” katanya.

Meski sukses dari sisi prestasi, Edi menyoroti kesiapan tuan rumah yang dinilainya masih belum sepenuhnya maksimal, terutama terkait infrastruktur dan anggaran. Beberapa venue pertandingan belum rampung, sehingga cabang olahraga bela diri harus digelar di lokasi terpisah.

“Sport center seharusnya bisa jadi satu tempat. Tapi kenyataannya, karate harus bertanding di Kodim, sementara venue bela diri di Pelaihari itu masih bangunan baru dan belum sepenuhnya siap,” ujarnya.

Ia juga menyinggung keterbatasan anggaran yang dihadapi panitia. Dana yang tersedia dinilai belum mencukupi untuk mendukung pelaksanaan Porprov secara optimal, termasuk kebutuhan penginapan atlet dan ofisial.

“Dari total anggaran sekitar Rp48 juta, setelah pengurangan tinggal Rp33 juta. Ini tentu berdampak. Dana dari provinsi saja belum cukup, apalagi untuk kebutuhan tuan rumah,” kata Edi.

Ke depan, Edi berharap ada dukungan lebih besar dari pemerintah daerah maupun pusat, terutama dalam pembinaan atlet menuju seleksi tingkat nasional.

“Kalau ingin prestasi berkelanjutan, dukungan anggaran dan fasilitas harus lebih diperhatikan. Kami berharap pemerintah daerah, termasuk kepala daerah, bisa memberi perhatian lebih,” pungkas Edi Sunarto, Ketua INKAI Kota Banjarmasin.

Related Articles

Back to top button