
Pesisir Media.com, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Kalsel Innovation Award 2025, sebagai bentuk apresiasi terhadap para inovator daerah yang berperan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan kemajuan pembangunan di Banua.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mewakili Gubernur Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Muhammad Syarifuddin menyampaikan bahwa inovasi menjadi pendorong utama peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus kemajuan pembangunan daerah.
“Kalsel Innovation Award merupakan wadah apresiasi bagi para inovator yang telah menghadirkan berbagai terobosan dan gagasan baru untuk memperkuat pembangunan di Banua,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ingin menumbuhkan semangat perubahan menuju birokrasi yang adaptif, responsif, dan berorientasi hasil.
Tahun ini, panitia menerima 90 proposal inovasi daerah, terdiri dari 42 proposal dari SKPD Provinsi Kalimantan Selatan, 26 proposal dari SKPD Kabupaten/Kota, serta 22 proposal dari masyarakat umum.
Menurut Syarifuddin, capaian tersebut menunjukkan antusiasme tinggi dan kepedulian berbagai pihak dalam membangun budaya inovasi, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
“Kita ingin memastikan setiap inovasi tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tambahnya.
Kegiatan Kalsel Innovation Award 2025 berlangsung selama dua hari, 14–15 Oktober 2025, secara hybrid (daring dan luring).
Pada hari pertama tampil Top 10 SKPD Provinsi dan Top 5 Masyarakat Umum, sedangkan hari kedua diikuti Top 10 Kabupaten/Kota serta Top 5 Masyarakat Umum.
Melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen menumbuhkan budaya inovasi yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat Banua.



