BANJARBARUPEMERINTAHAN

MUSIM KEMARAU, SUMUR WARGA MENGERING, PEMAKAIAN AIR PTAM INTAN BANJAR MENINGKAT

PESISIR MEDIA.COM – BANJARBARU – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru mulai berdampak pada sumber air alternatif milik masyarakat.

Sejumlah sumur gali warga mengalami kekeringan sehingga kebutuhan air rumah tangga kembali bergantung pada jaringan PTAM Intan Banjar.

Kondisi tersebut membuat konsumsi air perpipaan meningkat cukup signifikan, terutama pada jam-jam tertentu.

Kepala Subbagian Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, mengatakan kapasitas produksi dan pasokan air bersih hingga saat ini masih berjalan normal.

“Alhamdulillah, untuk distribusi air kita kapasitasnya seperti biasa dan tidak ada pengurangan. Pasokan air kita bergantung penuh atau 100 persen pada BPAM Banjarbakula di Mandi Kapau (Riam Kanan),” ujar Mahyuni, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, selama pasokan dari BPAM Banjarbakula tidak mengalami gangguan, distribusi air kepada pelanggan PTAM Intan Banjar tetap aman.

Namun, meningkatnya penggunaan air perpipaan akibat sumur warga yang mengering menyebabkan tekanan air menurun pada jam-jam puncak, terutama pagi dan sore hari.

“Pada jam-jam puncak tersebut, ribuan kran terbuka secara bersamaan. Hal ini menyebabkan penurunan tekanan air di dalam jaringan pipa utama,” jelasnya.

Kondisi ini lebih dirasakan pelanggan yang berada di kawasan ujung jaringan atau end-line. Bahkan, pada kondisi tertentu aliran air dapat berhenti sementara hingga penggunaan pada jam puncak kembali menurun.

Mahyuni menegaskan, penurunan tekanan air tersebut bukan disebabkan oleh pengurangan kapasitas produksi.

PTAM Intan Banjar juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Penggunaan air untuk kebutuhan pokok diminta menjadi prioritas, sementara aktivitas yang tidak mendesak sebaiknya ditunda.

“Kami mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara efisien. Tunda dulu penggunaan air untuk hal-hal yang kurang mendesak, seperti menyiram halaman rumah yang berdebu dengan air bersih perpipaan,” imbaunya.

Pelanggan juga disarankan menampung air di tandon atau tong ketika aliran sedang lancar sebagai cadangan saat tekanan air menurun.

Di sisi lain, PTAM Intan Banjar terus memperluas jaringan perpipaan, termasuk menyasar wilayah Kecamatan Aluh-Aluh dan Beruntung Baru.

PTAM Intan Banjar juga meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan pipa pecah, kebocoran maupun gangguan distribusi melalui Call Center resmi atau kantor pelayanan terdekat.

Dengan adanya laporan masyarakat, gangguan jaringan diharapkan dapat segera ditangani oleh tim teknis di lapangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button