KALSELPEMBANGUNANUncategorized

Pengadaan Lahan Stadion Internasional Kalsel Masuki Tahap Konsultasi Publik

PESISIR MEDIA.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel menggelar Konsultasi Publik Pengadaan Tanah untuk pembangunan Stadion Internasional Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Dinas PUPR Kalsel, Banjarbaru, Kamis (15/1/2026).

Konsultasi publik ini menjadi tahapan penting untuk memastikan dukungan masyarakat serta kelancaran proses pembangunan infrastruktur strategis daerah tersebut.

Kegiatan dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Ariadi Noor, Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib, serta masyarakat pemilik lahan yang terdampak rencana pembangunan stadion.

Dalam sambutannya, Ariadi Noor menyampaikan bahwa forum konsultasi publik merupakan bagian dari rangkaian proses pengadaan lahan yang telah dilalui pemerintah daerah bersama perangkat terkait.

“Alhamdulillah, seluruh pemilik lahan menyatakan bersedia dan siap mendukung. Lahan mereka siap digunakan untuk pembangunan Stadion Internasional kita,” ujar Ariadi.

Ia menjelaskan, anggaran pembebasan lahan yang disiapkan pemerintah provinsi mencapai sekitar Rp65 miliar dengan jumlah pemilik lahan sebanyak 35 orang.

Menurut Ariadi, pembangunan stadion internasional ini merupakan bagian dari visi dan janji Gubernur Kalimantan Selatan, khususnya janji ke-8 dari 10 janji pembangunan daerah.

“Mudah-mudahan dari awal proses pengadaan lahan hingga pembangunan fisik yang kemungkinan bersifat multiyears tidak mengalami hambatan. Pendanaan multiyears juga sudah kita siapkan,” jelasnya.

Terkait penetapan harga lahan, Ariadi menegaskan bahwa saat ini masih dalam tahap komitmen awal dari pemilik lahan. Proses penilaian dan penetapan harga selanjutnya akan dilakukan oleh pihak berwenang, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Tidak ada istilah ganti kerugian, tetapi ganti keuntungan. Komitmen pemerintah adalah memastikan masyarakat pemilik lahan tidak dirugikan, bahkan diuntungkan,” tegasnya.

Sementara itu, kebutuhan anggaran pembangunan stadion secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun. Stadion internasional tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana olahraga bertaraf internasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri olahraga serta pengembangan kawasan strategis di sekitar bandara sebagai bagian dari penguatan peran Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik Kalimantan.

Related Articles

Back to top button