
PESISIR MEDIA.COM – BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Salah satunya melalui program tukar sampah dengan sembako yang dikemas dalam kegiatan Rimba Mart.
Program yang digelar di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, Banjarbaru, Kamis (30/7/2026), merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan dan dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel.
Kepala DLH Provinsi Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan sembako kepada masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran bahwa sampah memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali melalui konsep ekonomi sirkular.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana Kalimantan Selatan menjadi bersih. Sampah bukan sesuatu yang berakhir begitu saja, tetapi bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” ujar Rahmat.
Menurutnya, program tukar sampah dengan sembako bukan kegiatan baru. Program tersebut telah rutin dilaksanakan di sejumlah daerah, di antaranya Banjarbaru, Banjarmasin, Kabupaten Banjar, serta berbagai wilayah lainnya melalui kolaborasi dengan komunitas maupun pemerintah kabupaten/kota.

Pendanaan program bersumber dari Bank Sampah Induk DLH Provinsi Kalimantan Selatan. Sampah yang dikumpulkan masyarakat kemudian dikelola dan memiliki nilai ekonomi. Hasil pengelolaan tersebut selanjutnya diputar kembali menjadi sembako, dengan dukungan dari sejumlah dunia usaha.
Rahmat menegaskan, program ini tidak akan berhenti setelah rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan selesai. DLH Kalsel menargetkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, bahkan setiap satu hingga dua minggu sekali di berbagai wilayah.
“Kami berharap semakin banyak komunitas maupun pemerintah kabupaten/kota yang mendukung dan mengadakan kegiatan serupa. Dengan tukar sampah menjadi sembako, lingkungan menjadi lebih bersih dan masyarakat juga memperoleh manfaat secara langsung,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat menukarkan sampah yang memenuhi kriteria dengan berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pokok lainnya. Jumlah sembako yang diterima disesuaikan dengan volume sampah yang berhasil dikumpulkan.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini disebut cukup tinggi setiap kali dilaksanakan. Karena itu, DLH Kalsel juga mendorong pembentukan kios maupun bank sampah di tingkat desa agar masyarakat memiliki tempat untuk mengelola dan menukarkan sampah secara berkelanjutan.
Tidak hanya melalui kegiatan lapangan, masyarakat juga dapat menukarkan sampah setiap hari di kantor Bank Sampah Induk DLH Provinsi Kalimantan Selatan. Sistem pelayanan dibuat menyerupai perbankan, namun transaksi dilakukan menggunakan sampah yang kemudian dikonversi menjadi nilai manfaat berupa sembako.
Ke depan, DLH Kalsel juga menjajaki kolaborasi dengan Dinas Perhubungan agar sampah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alat pembayaran tiket angkutan umum.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperluas manfaat pengelolaan sampah sekaligus mendorong masyarakat menjadikan sampah sebagai bagian dari aktivitas ekonomi yang bernilai.
Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Kalimantan Selatan yang semakin bersih dan berkelanjutan.



