
PESISIR MEDIA.COM – BANJARBARU – Terhitung akhir tahun 2025 ada sejumlah 141 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di jajaran lingkup pemerintah Kota Banjarbaru yang memasuki masa pensiun atau purna tugas termasuk 2 orang diantaranya pejabat eselon II setingkat kepala SKPD.
Dua orang kepala SKPD yang purna tugas diantaranya Kepala Badan Pengelola Keungan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru Jainudin dan Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi dan Keuangan Abdul Malik.
Berdasarkan data PNS yang memasuki pensiun atau purna tugas di tahun 2025 di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banjarbaru dari 141 orang yang purna tugas 2 orang diantaranya ASN eselon II.
Menurut Kepala BPKAD Kota Banjarbaru Jainudin yang purna tugas per 1 Oktober 2025 mengatakan purna tugas bukanlah akhir pengabdian seorang PNS untuk berkontribusi membangun daerah khususnya Kota Banjarbaru yang lebih baik kedepannya,” ujar Jainudin.
“Secara kedinasan saya yang mengabdi 28 tahun sebagai PNS telah memasuki purna tugas, namun tetap berkontribusi untuk memberikan sumbangsih pemikiran, inovatif membangun Kota berjuluk IDAMAN (Indah, Damai dan Nyaman) ini yang lebih maju,” tukas Jainudin.
Pernyataan senada disampaikan Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi dan Keuangan Abdul Malik yang purna tugas per 1 Oktober 2025. Menurut Abdul Malik pensiun bukanlah akhir pengabdian. Sebagai warga Kota Banjarbaru dirinya siap memberikan kontribusi sumbangsih pemikiran yang konstruktif untuk mewujudkan Banjarbaru EMAS (Elok, Mandiri, Adil dan Sejahtera) sesuai visi Walikota Erna Lisa Halaby,” tukas Staf Ahli Walikota Banjarbaru ini.
Dalam acara silaturahmi dan pelepasan ASN purna tugas yang digelar di Aula Gawi Sabarataan Balaikota Banjarbaru, Kamis (18/9/2025) turut memberikan sambutan Pj. Sekretaris daerah Kota Banjarbaru Sirajoni mewakili Walikota Erna Lisa Halaby menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas pengabdian para ASN yang telah berdinas secara bersama membangun Kota Banjarbaru yang kini telah berstatus sebagai ibukota Provinsi Kalsel,” pungkas Sirajoni.



