KALSELPEMERINTAHAN

PROGRAM SITI HAWA LARI BERKEMBANG PESAT, PERKUAT EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN KALSEL

PESISIR MEDIA.COM, BANJARBARU – Implementasi program SITI HAWA LARI di Kalimantan Selatan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, telah terbentuk sebanyak 803 klaster budidaya itik dengan total populasi mencapai lebih dari 3,1 juta ekor.

Dari pengembangan tersebut, produksi yang dihasilkan pun cukup besar, yakni mencapai 2.098 ton daging itik serta lebih dari 25 ribu ton telur itik.

Capaian ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para peternak. Selain meningkatkan pendapatan, program ini juga membuka lapangan kerja baru, termasuk bagi generasi muda yang mulai tertarik mengembangkan usaha di sektor peternakan.

Capaian ini menunjukkan bahwa program ini mampu memberikan nilai tambah bagi peternak, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperluas lapangan kerja, termasuk bagi generasi muda yang mulai tertarik di sektor peternakan,” ujar Suparmi.

Lebih lanjut, Suparmi menyampaikan bahwa program SITI HAWA LARI juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian plasma nutfah lokal, sekaligus mendukung stabilitas harga pangan di daerah.

Dengan demikian, program ini turut berkontribusi dalam upaya pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan pengembangan program hingga mencapai 1.000 klaster.

Selain itu, keterlibatan sektor swasta juga terus didorong melalui skema kemitraan dan tanggung jawab sosial lingkungan atau CSR, termasuk dari sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan.

“Kami ingin menjadikan SITI HAWA LARI sebagai model pengembangan agribisnis itik yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, dengan dukungan multipihak sesuai semangat ‘Bekerja Bersama Merangkul Semua’,” tutup Suparmi.

Melalui inovasi ini, Kalimantan Selatan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan sekaligus pusat pengembangan komoditas unggulan berbasis kearifan lokal di Indonesia.

Related Articles

Back to top button