EKONOMIKALSELPEMERINTAHAN

Pemprov Kalsel Apresiasi Rakerprov II APINDO 2026, Dorong Sinergi Dunia Usaha dan Pembangunan

Pesisir media.com, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya dialog ekonomi serta pembukaan Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerprov) II APINDO Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, di Banjarmasin, Sabtu (18/4/2026). Ia menegaskan, forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat diskusi produktif sekaligus menyatukan visi dalam mendorong pertumbuhan dan daya saing dunia usaha.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa upaya peningkatan iklim usaha berjalan selaras dengan agenda pembangunan daerah,” ujar Ariadi.

Ia mengungkapkan, Kalimantan Selatan saat ini memiliki capaian pembangunan yang cukup baik. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,22 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,04 persen.

Selain itu, tingkat kemiskinan berada di angka 3,73 persen dan termasuk yang terendah secara nasional. Tingkat pengangguran juga lebih rendah dibandingkan nasional, dengan ketimpangan yang relatif terkendali. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat dan telah melampaui rata-rata nasional.

“Capaian ini menunjukkan bahwa arah pembangunan Kalimantan Selatan sudah berada pada jalur yang tepat. Namun ke depan, kita dihadapkan pada tantangan transformasi ekonomi menuju struktur yang lebih bernilai tambah, berdaya saing, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui visi “Kalsel Bekerja”, Pemprov Kalsel terus mendorong penguatan peran daerah sebagai gerbang logistik Kalimantan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan infrastruktur strategis, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta percepatan investasi pada sektor unggulan.

Pemerintah juga berkomitmen menciptakan kemudahan berusaha melalui penyederhanaan regulasi, percepatan layanan perizinan, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Ariadi menambahkan, kepastian hukum dan kualitas pelayanan publik menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan dunia usaha. Oleh karena itu, pelaku usaha diharapkan turut berkontribusi dalam mendorong investasi berkualitas, memperkuat hilirisasi industri, memperluas penyerapan tenaga kerja lokal, serta membangun kemitraan dengan UMKM.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara APINDO Kalimantan Selatan dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat. Kolaborasi ini bertujuan menyelaraskan kebutuhan industri dengan dunia pendidikan.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia usaha, serta melahirkan inovasi dan SDM yang siap bersaing,” tambahnya.

Ariadi berharap Rakerprov II APINDO Kalsel dapat menghasilkan program kerja dan rekomendasi yang konkret serta aplikatif dalam menjawab tantangan dunia usaha ke depan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membuka ruang seluas-luasnya untuk masukan konstruktif demi menjaga dan meningkatkan iklim usaha yang kondusif,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button