KALSELPENDIDIKAN

Gubernur Kalsel Buka LKS SMK 2026, Siapkan Talenta Vokasi Terbaik Menuju Nasional

Pesisir media.com, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 sebagai upaya menjaring talenta vokasi terbaik yang akan mewakili daerah pada ajang nasional.

Kegiatan yang berlangsung pada 9 hingga 11 Juni 2026 tersebut secara resmi dibuka Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, di Banjarmasin, Selasa (9/6/2026).

Dalam sambutannya, Rusma menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan vokasi menjadi salah satu investasi penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan industri.

“Sekolah Menengah Kejuruan telah menjadi salah satu pilar utama dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja maupun dunia usaha,” ujarnya.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah menuntut lulusan SMK tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang teruji, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta karakter yang kuat.

Rusma juga mengingatkan para peserta agar menjadikan LKS sebagai sarana belajar dan mengembangkan potensi diri, bukan semata-mata mengejar gelar juara.

“Esensi dari kompetisi bukan hanya soal meraih juara. Yang lebih penting adalah proses belajar, keberanian untuk menguji kemampuan diri, serta semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, menekankan pentingnya integritas dan kejujuran dalam pendidikan vokasi. Menurutnya, kompetensi yang baik harus dibarengi dengan karakter dan profesionalisme yang kuat.

“Kami berharap integritas dan kejujuran tetap dijaga. Jangan sampai kemampuan dan kompetensi sudah baik, tetapi kejujuran dan integritas belum memadai,” ujarnya.

Abdul Rahim menambahkan, keberhasilan pendidikan vokasi memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Disdikbud Kalsel terus memperkuat sinergi dengan sejumlah perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dengan dunia usaha dan industri.

Pada pelaksanaan tahun ini, LKS SMK tingkat provinsi mempertandingkan 16 bidang lomba yang disesuaikan dengan program keahlian yang tersedia di SMK Kalimantan Selatan. Kompetisi dilaksanakan melalui metode luring dan daring untuk meningkatkan efisiensi penyelenggaraan.

Kepala Seksi PDPK Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kalsel, Abdurrahman, mengatakan dewan juri yang dilibatkan berasal dari tingkat nasional guna menjamin kualitas dan objektivitas penilaian.

Melalui ajang tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap dapat melahirkan talenta-talenta vokasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional sekaligus meningkatkan prestasi daerah pada bidang pendidikan kejuruan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button