
PESISIR MEDIA.COM, BANJARBARU – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerjasama dengan BKN Regional VII Banjarmasin melaksanakan penilaian Computer Assisted Competency Test (CACT) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan kompetensi ASN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.
Kepala BKD Kalsel, Dinansyah, melalui Kasubbid Pendidikan Pelatihan dan Sertifikasi Jabatan, Reza Fahlevi, menyampaikan bahwa penilaian CACT diikuti oleh pejabat struktural (administrator dan pengawas), pejabat fungsional muda, serta pejabat pelaksana.
“Ini merupakan tahap pertama di tahun 2025, jumlah pesertanya sebanyak 600 orang. Untuk pejabat struktural sudah hampir selesai semua, tinggal beberapa saja yang belum. Penilaian CACT ini bersifat menyeluruh, sehingga ke depan seluruh ASN lingkup Pemprov Kalsel akan terlibat,” ujar Reza, Rabu (4/6/2025).
Penilaian CACT tahun 2025 dibagi menjadi dua tahap dengan target total 3.000 ASN. Tahap pertama diikuti 600 peserta, sementara tahap kedua dijadwalkan berlangsung akhir Juni hingga pertengahan Juli mendatang.
Selain pemetaan kompetensi, hasil CACT juga digunakan untuk pemenuhan database kepegawaian sebagai dasar pelaksanaan manajemen talenta.
“Manajemen talenta sudah diwajibkan. Dengan penilaian ini, BKD Kalsel memiliki database ASN yang sudah melaksanakan pemetaan kompetensi, setidaknya 30 sampai 35 persen dari total ASN di lingkup Pemprov. Gubernur Kalsel, H. Muhidin, juga sudah menandatangani komitmen pengembangan manajemen talenta,” jelas Reza.
Sementara itu, Asesor SDM Aparatur Ahli Madya BKN RI, Tresni Wasilati, menuturkan bahwa peserta CACT mengerjakan 22 sub tes dengan durasi 4,5 jam.
“Materi tes meliputi manajerial, sosial kultural, literasi digital, dan emerging skill. Jika hasil tes kurang baik, peserta bisa mengikutinya kembali setelah mengikuti pengembangan kompetensi. Hasil tes berlaku selama tiga tahun,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan penilaian CACT juga dapat diikuti ASN di kabupaten/kota, sehingga data hasil tes bisa dimanfaatkan untuk memotret profil kompetensi ASN se-Kalsel secara lebih menyeluruh.



