
Kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan para penceramah dari kalangan habaib, yakni Habib Musa Kadzim bin Utsman Assegaf, Habib Idrus Abdullah Al-Aydrus, serta Habib Seggaf Bin Abdulqadir Assegaf. Kehadiran mereka menghadirkan suasana khidmat sekaligus menyampaikan pesan moral dan spiritual yang menyejukkan hati jamaah.
Dalam sambutannya, Miftahul Chair menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Maulid Akbar tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat mendukung kegiatan seperti ini. Selain mempererat tali silaturahmi, kita juga diingatkan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang, keadilan, serta membawa rahmat bagi semesta alam,” ujar Miftahul Chair.
Sementara itu, Habib Musa Kadzim bin Utsman Assegaf dalam tausiah pertamanya mengingatkan jamaah agar menjadikan peringatan maulid sebagai momentum memperbaiki diri.
“Rasulullah adalah teladan yang sempurna, baik dalam ibadah, akhlak, maupun dalam hubungan sosial. Jika umat Islam meneladani beliau, maka insyaAllah hidup akan penuh keberkahan,” ucapnya.
Habib Idrus Abdullah Al-Aydrus juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Ia mengingatkan bahwa semangat cinta Rasul harus diwujudkan dengan saling menghormati, menjaga kerukunan, dan menghindari perpecahan.
“Ukhuwah Islamiyah adalah kunci kekuatan umat. Jangan sampai kita mudah dipecah belah oleh hal-hal yang bersifat duniawi,” tegasnya.
Sementara Habib Seggaf Bin Abdulqadir Assegaf menyoroti pentingnya menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak dini.
“Anak-anak kita harus dikenalkan dengan akhlak Nabi sejak dini, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah,” ucapnya.
Kegiatan Maulid Akbar Rabithah Awliyah Banjarmasin ini menjadi ajang mempererat hubungan antara ulama, habaib, pemerintah, dan masyarakat. Dengan semangat cinta Rasul, diharapkan masyarakat Banua semakin kokoh dalam keimanan, persaudaraan, serta kebersamaan dalam membangun Kalimantan Selatan.



