
TAJAU LANDUNG– Rangkaian kegiatan Turun ke Desa (Turdes) “Menembus Batas Ke 10 Bergerak Dengan Kekuatan Rakyat Menuju Indonesia Emas Germas Cinta Banua” memasuki hari ke-6. Pada hari terakhir kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Syafa’atul Ikhwan Desa Tajau Landung Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar pada Sabtu(06/07).
Pukul 15.00 WITA Rombongan Turdes yang dipimpin langsung oleh Guburnur Kalimantan Selatan Paman Birin dan didampingi oleh Dirjen Planalogi Kehutanan dan Tata Lingkungan Hanif Faisol Nurofiq, telah tiba di lokasi. Disambut langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Raudhatul Jannah, dan Kepala Dinas Kehutanan Prov Kalsel Fathimatuzzahra, yang telah tiba terlebih dahulu.

Kegiatan diawali dengan menanam pohon. Gubernur Paman Birin menanam bibit kelengkeng, Ibu Ketua TP PKK Prov Kalsel Hj Raudhatul Jannah menanam bibit manggis, Pak Dirjen PKTL menanam bibit Manggis dan untuk Bupati Banjar menanam jenis alpukat. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Fathimatuzzahra mendampingi proses penanaman.
Masyarakat sangat antusias terkadap kegiatan penanaman bibit MPTS, Kepala KPH Kayu Tangi Rini Hartati menyambut baik keinginan dan harapan masyarakat desa Tajau Landung agar lahan lahan yang ada di desa Tajau Landung dapat di tanami dengan jenis jenis yang sesuai. Rini menyampaikan bahwa Dinas Kehutanan melalui KPH Kayu Tangi akan memfasilitasi kebutuhan bibit untuk kegiatan penanaman melalui persemaian yang ada di Prov Kalsel yaitu Pusat
Persemaian Permanen BPDAS HL Barito dan Persemaian BPTH.
Kegiatan kali ini juga diisi dengan berbagai macam acara dari Sunatan Massal, Pemberian Makanan bergizi, Pembagian Sembako, Pemberian Bantuan Hibah kepada BUMdes, Pelayanan Dukcapil, Penanaman Pohon, Bantuan untuk anak sekolah, Pemberian Produk Ikan Olahan dan Pembagian Bendera Merah Putih.
Kedatangan rombongan turdes di Desa Tajau Landung merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh warga setempat, melihat antusias yang hadir Paman Birin memberikan kuis kepada anak-anak sekolah, pramuka dan warga setempat.



