DINAS KEHUTANAN KALSEL

Optimalkan Pertumbuhan Tanaman Di Tanah Pemprov Jalan Ambulung, Dishut Rawat Bersama Tanamannya

Pesisirmedia.com, Banjarbaru – Pagi cerah dan sejuk mengawali kegiatan pemeliharaan tanaman Eucalyptus Pellita dan Jambu yang dilaksanakan personel gabungan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel dan Balai Perbenihan Tanaman Hutan ditanah Pemprov Kalsel, jalan ambulung samping BP-PAUD dan DIKMAS Kalimantan Selatan, Kamis (3/8). Aksi pemeliharaan tanaman ini rutin dilaksanakan Dishut Kalsel setiap hari kamis dan jum’at dalam rangka menyukseskan Program Revolusi Hijau yang telah dicanangkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor sejak tahun 2017

Aksi pemeliharaan ini bertujuan untuk menjamin keberhasilan tanaman. Tolak ukur keberhasilan penanaman dilihat dari kondisi tegakan yang mempunyai kualitas baik dan sesuai dengan tujuan penanamannya

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Pengendalian Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi Hutan dan Lahan (PDASRHL) Dishut Kalsel Alip Winarto, dihadiri Esselon 3 & 4 Dishut Kalsel dan BPTH. Setelah semua personel gabungan tersebut mendapat pembagian tugas, kegiatan penanaman bersama tersebut dimulai.

“Minggu ini kita akan mengkhususkan perawatan dan penyulaman tanaman agar tanaman tersebut terus tumbuh sehat dan terawat. Selain untuk perbaikan lingkungan diharapkan juga dapat menghasilkan dampak postif untuk kita karena bisa sambil berjemur pagi yang dimana dapat membuat tubuh sehat dan bugar,” kata Alip Winarto.

Setelah semua personil gabungan tersebut berkumpul dan selesai mendapat pembagian tugas masing-masing, seluruh personel tersebut langsung meluncur beraksi melaksanakan pemeliharaan tanaman dengan menggunakan alat seperti cangkul, sarung tangan, parang, dan sepatu boot.

Pemeliharaan kali ini mencakup dengan aksi pembersihan sampah, ranting kering, dan penyiangan rumput agar pertumbuhan bibit yang sudah ditanam bisa tumbuh baik dan maksimal.

Sampai selesai, Sampah dan ranting kering serta rumput yang berhasil dikumpulkan selanjutnya dibawa ketempat pembuangan akhir setempat. Diharapkan aksi ini menjadi contoh untuk masyarakat agar lebih mencintai alam dan lingkungan, khususnya dilingkungan sekitar dengan cara budaya menanam.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!