DINAS KEHUTANAN KALSEL

Kawasan KONSERVASI BEKANTAN Di Tahura SA Bakal di Kembangkan Kembali, SBI Ekspose Hasil Kajiannya Di Depan Pejabat Dishut Kalsel & Tahura SA

Pesisirmedia.com, Banjarbaru – Dalam rangka pengembangan pariwisata dan upaya peningkatan pendapatan asli daerah di Kalimantan Selatan, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Bersama Tahura Sultan Adam mendengarkan Expose yang disampaikan oleh Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) mengenai rencana kerjasama pengembangan kawasan Konservasi Bekantan di Tahura Sultan Adam. Ekspose dilaksanakan di Aula Rimbawan 1 Dishut Kalsel, Rabu siang (3/8).

Ekspose dipimpin oleh Sekretaris Dishut Kalsel Kinta Ambarasti, dihadiri pejabat Esselon 3 lingkup Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel dan Tahura Sultan, turut hadir Perwakilan Sahabat Bekantan Indonesia, BKSDA Kalsel, Pokdarwis Pesona Riam Kanan, dan Forum Saintis Muda Biologi ULM. Dalam kesempatannya Kinta Ambarasti menyampaikan tujuan diadakannya Ekpose Kajian Pengembangan kawasan Konservasi Bekantan di Tahura Sultan Adam.

“Melalui kajian yang disusun oleh Sahabat Bakantan Indonesia ini, hari ini kita akan melaksanakan diskusi mengenai rencana pengembangan kawasan konservsi bekantan yang berada di kawasan Tahura Sultan Adam yang bertujuan agar menambah daya tarik para wisatawan berkunjung ke kawasan Tahura Sultan Adam dan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah di Kalsel,” kata Kinta Ambarasti.

Dilanjutkan paparan dengan judul ‘Kajian Kelayakan Pulau Bekantan Sebagai Lokasi Konservasi Bekantan’ yang dibawakan oleh Perwakilan Sahabat Bekantan Indonesia Sofian Iskandar.

Sofian Iskandar menjelaskan kesimpulan dalam kajian tersebut bahwa keragaman jenis satwa dikawasan pulau bekantan tergolong sedang. Tercatat terdapat 6 jenis mamalia, 19 jenis burung dan 5 jenis herfetofauna dan satwa lutung merupakan species kunci yang dapat dijadikan indikator dilingkungan pulau bekantan. Untuk keragaman jenis tumbuhannya, dipulau bekantan menurut indeks Shanon-Wienner termasuk rendah dan tumbuhan karet mendominasi tumbuhan di pulau bekantan. Untuk secara umum, Masyarakat disekitar pulau bekantan memahami bahwa bekantan merupakan salah satu satwa dilindungi dan sebagian masyarakat sudah mengerti tentang rencana pengelolaan pulau bekantan sebagai pusat konservasi bekantan.

“Beberapa saran dari kami terkait pengembangan pulau bekantan nanti, dianataranya adalah melakukan pengkayaan jenis tumbuhan sebagai sumber pakan bekantan dan lutung, menutup sementara kawasan tersebut dari berbagai aktifitas manusia guna pemulihan ekosistem pulau bekantan namun tetap ada izin terbatas yang diberikan kepada pemilik kebun karet untuk menyadap karet secara berkala, setelah itu juga bisa dapat melakukan sosialiasi pada Masyarakat dan perangkat desa tentang rencana pengelolaan pulau bekantan sebagai lokasi pelepasliara dan pusat konservasi bekantan, yang terkahir dapat juga menyusun rencana stratesis jangka panjang pengelolaan pulau bekantan sebagai pusat konservasi bekantan serta pengembangannya,” kata Sofian Iskandar didamping Amalia Rezeki selaku perwakilan SBI.

Dalam acara tersebut juga diadakan kegiatan tanya jawab oleh para peserta untuk menambahkan masukan dan saran serta memperluas informasi dalam rencana pengembangan kawasan konservasi bekantan di Tahura Sultan Adam.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!