
PESISIR MEDIA.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berencana menghadirkan suasana berbeda pada peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan yang akan berlangsung pada 14 Agustus 2026. Jika selama ini perayaan identik dengan panggung hiburan dan pertunjukan musik, tahun ini kegiatan akan dikemas lebih sederhana dengan nuansa religius dan dipusatkan di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Banjarbaru.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengatakan konsep baru tersebut sejalan dengan rencana peresmian Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang dijadwalkan bertepatan dengan hari jadi provinsi.
“Kemungkinan kita tidak lagi melaksanakan hari jadi seperti dulu, artinya ada panggung, ada musik dan sebagainya. Ke depan, untuk hari jadi kita kemungkinan dilaksanakan di masjid. Pada tanggal 14 itu paginya kita meresmikan masjid, kemudian siangnya kita melaksanakan salat di sana sekaligus memperingati hari jadi,” ujarnya di Banjarbaru, Rabu (10/6/2026).
Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari mengambil nama ulama besar Banua, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Kalimantan Selatan.
Pembangunan masjid tersebut dimulai melalui peletakan batu pertama pada 7 Desember 2022 oleh mantan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor. Proyek pembangunan dilaksanakan secara multiyears dengan total anggaran sekitar Rp121 miliar.
Masjid yang berdiri di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu memiliki luas bangunan utama sekitar 4.000 hingga 4.650 meter persegi dan mampu menampung sekitar 3.000 jemaah. Selain menjadi pusat kegiatan keagamaan, desain bangunannya mengadopsi arsitektur khas rumah Banjar dengan bubungan tinggi serta dilengkapi taman dan embung sebagai penunjang kawasan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap peresmian masjid yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-76 Kalsel dapat menjadi simbol pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius, kebersamaan, dan identitas masyarakat Banua.



