Pesisirmedia.com, BATULICIN – Kantor Pajak atau KPP Pratama Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) fasilitasi agar komunikasi antara pelaku UMKM dengan instansi terkait untuk pengembangan bisa berjalan.
Upaya yang dilakukan untuk membantu para UMKM, yakni mengadakan kegiatan Bazar UMKM dan mengadakan Talkshow UMKM Naik Kelas, Selasa (197/2022) siang.
Tak tanggung-tanggung, kegiatan itu menghadirkan perwakilan dari Kementerian Keuangan, KPPN Kotabaru, Beacukai Kotabaru, Dinas Perdagangan, BPOM Tanahbumbu, Bank BRI, Bisnis Ojek Online Siap Bos.
Dan juga, perusahaan yang melalukan pembinaan UMKM, yakni PT Borneo Indobara (BIB) yang digelar di Lantai 3 Kantor Pajak KPP Pratama Batulicin dan Halamannya untuk bazar.
Semuanya hampir lengkap karena segala bidang telah didatangkan sebagai pemateri yang dihadiri puluhan pelaku UMKM di Tanbu. Mereka bisa tahu apa kendala dan solusi yang bisa diambil dan dikerjasamakan.
Sementara itu, Sekda Tanbu Dr H Ambo Sakka yang membuka acara tersebut, mengatakan, apa yang dilakukan KPP Pratama Batulicin ini patut untuk diapresiasi karena memberikan fasilitas ini untuk mendukung pelaku UMKM agar lebih maju.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pembinaan dan mendukung pengembangan UMKM yang ada di Bumi Bersujud ini.
“Sempat pandemi, tetapi pelaku UMKM harus terus ada dan berkembang karena yang namanya produk, apalagi makanan pasti dubutuhkan masyarakat. Ini pentingnya pembinaan, ” katanya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, dan menghadirkan semua pihak terkait, akan memberikan pandangan para pelaku UMKM untuk bangkit.
Sedangkan Kepala KPP Pratama Batulicin, Argo Adhi Nugroho, menyampaikan, kegiatan ini masih dalam rangka memperingati hari Pajak dan pihaknya mengadakan kegiatan Bazar UMKM dan talkshow dengan Tema UMKM Naik Kelas.
Alasan dilaksanaknnya kegiatan tersebut, adalah untuk memfasilitasi para pelaku UMKM untuk bangkit dan mampu bersaing dipasar.
“Kita perlu mendukung produk lokal. Soal rasa, di Kabupaten Tanah Bumbu ini tidak kalah dan mampu bersaing dengan daerah lain. Maka dari itu, perlu dukungan dengan memberikan pandangan kepada pelaku UMKM dan mampu memaksimalkan kemasan produknya, ” katanya.
Sebab itu, ia mendatangkan berbagai narasumber, mulai dari perwakilan dari Kemenku, Dinas Perdagangan, permodalan dari Bank BRI, KPPN Kotabaru, Standarisasi dari BPOM Tanbu dan perusahan PT BIB.
“UMKM Naik Kelas, jadi pemahaman kita sekarang ini ada 3 hal yang mendasari untuk naik kelas yaitu permodalan, standarisasi produk serta Pengembangan pemasaran produk, ” katanya.
Sebab itu, sejumlah pihak diundang. Masalah pertama adalah permodalan, ketika ingin naik kelas tentu perlu modal sehingga pihaknya mengundang Bank BRI.
Selanjutnya, soal standarisasi produk, ketika produk berkembang, maka perlu standarisasi produk sehingga mengundang BPOM.



