KALSELLINGKUNGAN HIDUPPENDIDIKAN

534 Mahasiswa ULM Ikuti KKN Tematik Lingkungan Hidup, Siap Edukasi Pengelolaan Sampah di Kalsel

PESISIRMEDIA.COM, BANJARBARU – Sebanyak 534 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akan diterjunkan ke Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Bumbu melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Hidup Tahun 2026.

Sebelum diterjunkan ke lokasi KKN, para mahasiswa mengikuti kegiatan Pengenalan dan Pembekalan KKN Tematik Lingkungan Hidup sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, dan ULM dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan KKN Tematik Lingkungan Hidup merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Kalimantan Selatan sehingga penyelesaiannya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agent of change yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumber, mendorong penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), mengembangkan ekonomi sirkular berbasis masyarakat, memperkuat peran bank sampah dan TPS3R, serta mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ujar Rahmat di Banjarbaru, Kamis (2/7/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, timbulan sampah di Kota Banjarbaru mencapai sekitar 199 ton per hari, sedangkan Kabupaten Tanah Bumbu sekitar 198 ton per hari. Angka tersebut menunjukkan perlunya keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pengurangan dan pengelolaan sampah.

Selama 30 hari pelaksanaan KKN, para mahasiswa akan mendampingi masyarakat melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan. Sebelumnya, mereka dibekali materi mengenai kebijakan pengelolaan sampah berbasis 3R, strategi pengelolaan sampah, penghitungan timbulan sampah, hingga praktik lapangan.

Pembekalan juga mencakup kunjungan ke sejumlah fasilitas pengelolaan sampah, seperti PDU Guntung Paikat, Bank Sampah, TPS3R, dan TPA Regional Banjarbakula. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memahami secara langsung sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di Kalimantan Selatan.

“Dengan pembekalan ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman nyata mengenai sistem pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan sehingga mampu memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat secara lebih efektif,” katanya.

Rahmat juga mengingatkan para peserta agar mengikuti pembekalan dengan sungguh-sungguh, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta meninggalkan program yang berkelanjutan sehingga manfaatnya tetap dirasakan setelah KKN selesai.

Ia berharap KKN Tematik Lingkungan Hidup Tahun 2026 mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian, integritas, dan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung terwujudnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button