BANJARBARUPEMERINTAHAN

Paripurna Hari Jadi Kota Banjarbaru Ke 27, Walikota Erna Lisa Halaby Paparkan Capaian Keberhasilan Pembangunan

PESISIR MEDIA.COM – BANJARBARU – Rapat paripurna menyambut Hari Jadi (harjad) ke-27 tahun Kota Banjarbaru dihelat di Ruang Graha Paripurna DPRD Banjarbaru, Minggu (19/4/2026) siang. Rapat paripurna sendiri dihadiri oleh unsur Forkopimda, kepala SKPD di lingkup jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru, para camat, lurah hingga tamu undangan lainnya.

Dalam rapat paripurna tersebut, Walikota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby hadir bersama Wakil Walikota Wartono. Lisa mengatakan, di usianya ke-27 tahun Kota Banjarbaru menunjukkan jadi diri sebagai sebuah kota yang maju dan menata diri di segala bidang.

“Hari jadi ke-27 Kota Banjarbaru mengusung tema ‘Kita Gawi Seberataan Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas’. Tema ini menjadi semangat baru bagi kita semua untuk terus membangun Banjarbaru ke depan dan mewujudkan Banjarbaru yang elok, maju, adil, dan sejahtera (EMAS),” katanya.

Di kesempatan yang sama, Lisa memaparkan berbagai capaian keberhasilan pembangunan yang diraih Pemerintah Kota Banjarbaru di masa kepemimpinannya. Seperti indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2025 sebesar 82,20. Angka IPM ini merupakan yang tertinggi se-Kalimantan Selatan (Kalsel) bahkan nasional,” ujarnya.

“Laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 tumbuh mencapai 6,49 persen. Angka ini tertinggi dibandingkan Provinsi Kalsel, bahkan nasional,” ungkapnya.

Walikota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby saat memaparkan capaian pembangunan di masa pemerintahannya. Lisa-Wartono mampu menekan angka kemiskinan di tahun 2025 hingga hanya 3,44 persen atau di bawah Provinsi Kalsel dan nasional. Tingkat pengangguran terbuka di tahun 2025 juga ditekan hingga 4,75 persen.

Kota Banjarbaru “Prevalensi stunting target sebesar 15,40 persen, nomor dua terendah untuk kabupaten/kota se Kalsel. Indeks reformasi birokrasi sebesar 83,36 dengan predikat A,” imbuhnya.

Disamping itu Lisa membeberkan capaian pendapatan di Banjarbaru melampaui target pada APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar 122,51 persen. Di tengah tantangan pengurangan transfer ke daerah (TKD), Pemerintah Kota Banjarbaru melakukan efisiensi dan menggali sumber pembiayaan lainnya.

Walau demikian, Lisa memastikan Pemerintah Kota Banjarbaru tetap berkomitmen pada pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Tentunya dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

Seperti renovasi rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kemudian, pemberian bantuan perlengkapan belajar bagi anak sekolah yang tidak mampu.
“Selanjutnya pengelolaan persampahan dari hulu sampai hilir, pencegahan stanting dan lain-lain,” beber Lisa.

Tak hanya itu, Lisa juga memaparkan sejumlah capaian prestasi yang diraih Pemerintah Kota Banjarbaru. Di antaranya, penghargaan Sutami Awards dari Kementerian PUPR untuk kategori pemerintah daerah dengan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan jalan.

“Banjarbaru juga berhasil meraih predikat Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda 2025 dari Kementerian Kesehatan RI, serta penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya,” tuturnya.
Di masa kepemimpinan Lisa, Banjarbaru juga menempati peringkat ke-7 sebagai kota paling berkelanjutan di Indonesia versi UI Green City Metric.

Dalam bidang tata kelola pemerintahan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banjarbaru meraih predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Di sektor perlindungan anak, Banjarbaru meraih predikat Madya sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak tahun 2025, serta penghargaan terbaik pertama pelayanan ramah anak di puskesmas tingkat Kalsel. Sementara itu, Walikota Banjarbaru juga dianugerahi Antasari Award 2026 sebagai Walikota Perempuan Inspiratif.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button