
PESISIR MEDIA.COM – BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru semakin meluas seiring musim kemarau yang berlangsung cukup panjang. Puluhan hektare lahan dilaporkan terbakar dan kejadian kebakaran lahan masih terjadi hampir setiap hari di sejumlah wilayah.
Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahrani, mengatakan kebakaran lahan terjadi di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Liang Anggang dan Landasan Ulin. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kabut asap, terutama pada pagi hari.
Meski demikian, hingga saat ini kabut asap akibat karhutla belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Di sisi lain, meluasnya karhutla juga menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Ani Rusmila, mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah di tengah kondisi kemarau karena dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi sayur dan buah serta memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi akibat suhu udara yang panas.
Untuk mengurangi risiko terpapar ISPA, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker.
Ani menjelaskan, ISPA tidak hanya disebabkan oleh kabut asap karhutla, tetapi juga dapat dipicu polusi udara, bakteri maupun virus yang menyerang saluran pernapasan.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain gangguan pernapasan, batuk dan sakit tenggorokan. Kelompok rentan seperti bayi, lanjut usia dan ibu hamil diminta mendapat perhatian lebih untuk menghindari paparan udara yang tidak sehat.
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar bersama-sama mencegah meluasnya karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah selama musim kemarau.



