
PESISIR MEDIA.COM – BANJARBARU – Pasca pengunduran diri Wartono dari jabatan Wakil Wali Kota Banjarbaru beberapa waktu lalu, bursa calon penggantinya mulai menjadi perbincangan. Sejumlah nama figur politik dan pejabat publik mencuat untuk mengisi posisi pendamping Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.
Munculnya sejumlah nama tersebut tidak lepas dari dinamika politik setelah Wartono mengundurkan diri dengan alasan kondisi kesehatan.

Komunikasi politik di antara 13 partai politik (parpol) pengusung pasangan Erna Lisa Halaby dan Wartono pun menjadi perhatian dalam proses penentuan calon pengganti.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Pesisir Media.com, sejumlah figur mulai diperbincangkan masuk dalam bursa calon Wakil Wali Kota Banjarbaru. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai mantan kepala daerah, kader partai politik, legislator, hingga pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Nama-nama tersebut di antaranya mantan Wakil Wali Kota sekaligus mantan Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan; kader Partai Demokrat, Handoko Abdi; Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman; Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Muhammad Syahrial; serta Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarbaru, Windi Novianto.
Meski sejumlah nama mulai mencuat, hingga kini belum ada kepastian mengenai figur yang akan diusulkan untuk mengisi jabatan Wakil Wali Kota Banjarbaru tersebut.

Salah satu nama yang turut menarik perhatian adalah Darmawan Jaya Setiawan. Namun, peluangnya untuk kembali masuk dalam bursa pencalonan dinilai perlu dikaji dari aspek ketentuan perundang-undangan.
Hal ini berkaitan dengan riwayat jabatannya sebagai Wali Kota Banjarbaru yang sebelumnya menggantikan almarhum Nadjmi Adhani. Kendati demikian, kepastian mengenai kelayakan pencalonannya tetap memerlukan penelaahan berdasarkan aturan yang berlaku.
Saat dikonfirmasi, Darmawan Jaya tidak secara langsung menanggapi kemungkinan dirinya masuk dalam bursa calon pengganti Wartono. Ia justru menekankan pentingnya komunikasi politik antara Wali Kota Banjarbaru dengan partai-partai politik yang memiliki kursi di DPRD.
Dengan dinamika politik yang mulai berkembang, proses penentuan calon pengganti Wartono diperkirakan akan menjadi perhatian publik. Siapa figur yang nantinya akan diusulkan untuk mendampingi Erna Lisa Halaby hingga akhir masa jabatan, masih menunggu perkembangan komunikasi dan keputusan politik selanjutnya.



