
PESISIR MEDIA.COM, BANJARMASIN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penetapan tujuh program prioritas strategis tahun 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian, nilai tambah komoditas, serta kesejahteraan petani di Banua.
Kepala DPKP Kalsel menyampaikan bahwa ketujuh program tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan pertanian berkelanjutan yang sejalan dengan visi pembangunan daerah hingga 2030. Fokus utama diarahkan pada inovasi, hilirisasi, dan penguatan ekonomi petani berbasis potensi lokal.
Adapun tujuh program prioritas DPKP Kalsel tahun 2026 meliputi:
-
Penerapan konsep zero waste pada budidaya padi berkelanjutan, untuk memaksimalkan pemanfaatan limbah hasil pertanian.
-
Porang Reborn, yakni penguatan kembali kapasitas petani porang bernilai ekonomi tinggi.
-
Rising Rice, pengembangan beras khusus unggulan daerah yang memiliki daya saing pasar.
-
Analog Rice Revolution, inovasi pengolahan ubi kayu menjadi beras analog sebagai alternatif pangan sehat.
-
Gerakan lahan pangan bersertifikat, guna meningkatkan legalitas, kualitas, dan nilai jual hasil pertanian.
-
Petani organik naik kelas, melalui fasilitasi sertifikasi gratis produk pertanian organik.
-
Padi apung tumbuh, pengembangan benih unggul padi apung yang cocok untuk lahan rawa khas Kalimantan Selatan.

Melalui program-program tersebut, DPKP Kalsel menargetkan peningkatan pendapatan petani, penguatan ketahanan pangan daerah, serta terciptanya peluang ekonomi baru di sektor pertanian. Selain itu, inovasi seperti padi apung dan beras analog diharapkan mampu menjadi solusi adaptif terhadap perubahan iklim dan tantangan pangan ke depan.
DPKP Kalsel optimistis, dengan dukungan pemerintah daerah, kabupaten/kota, serta para petani, tujuh program prioritas ini akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan Kalimantan Selatan secara berkelanjutan.



