
Pesisirmedia.com, BATULICIN, Sebagai wujud komitmen daerah dalam program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tanah Bumbu, Desa Mekar Jaya Kecamatan Kusan Tengah cetuskan inovasi Mama Kantin dalam lomba inovasi stunting tingkat Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2022.
Kegiatan yang digelar dikantor Posyandu Seroja, Kamis (10/11/2022) dihadiri oleh tim penilai kabupaten, Camat dan aparatur Kecamatan Kusan Tengah, Kepala Desa dan perangkat Desa Mekar Jaya, Kepala Desa Pakatellu, Kepala Desa Salimuran, Kepala Desa Batarang, Kepala Desa Karya Bakti, Kepala Desa Saring Sungai Binjai, tenaga kesehatan, petugas gizi, babinkamtibmas dan babinsa, ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-Kecamatan Kusan Tengah, kader posyandu, dan undangan lainnya.

Camat Kusan Tengah Abdul Muiz dalam sambutannya mengungkapkan sangat mengapresiasi dan mensupport inovasi ‘Mama Kantin’ (Mekar Jaya mampu menurunkan stunting) yang dicetuskan oleh Desa Mekar Jaya.
Ia berharap harapan dengan adanya lomba inovasi stunting ini tetap terus berjalan artinya bukan hanya sekedar lomba tapi bagaimana hasil inovasi tetap berkelanjutan, seperti pemberian makanan bergizi dan lainnya.
Kepala Desa Mekar Jaya Farhan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Camat Kusan Tengah Abdul Muis beserta jajarannya yang sudah memberikan kepercayaan kepada Desa Mekar Jaya untuk mewakili Kecamatan kusan Tengah mengikuti lomba inovasi desa dan memberikan pembinaan selama persiapan lomba inovasi desa stunting.
Ditambahkannya Desa Mekar Jaya pada tahun 2021 termasuk salah satu Desa lokus stunting dan ia bersyukur pada tahun 2022 pihaknya berhasil melakukan intervensi untuk menurunkan stunting menjadi satu orang.
Prestasi ini tidak terlepas dari kinerja TP PKK Desa, Bidan Desa, Puskesmas Pulau Tanjung, KPM yang berkomitmen untuk menurunkan stunting dengan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan.
Adapun sebagian inovasi Desa Mekar Jaya menggunakan ikan patin, hal ini sesuai dengan potensi yang ada di desa, yakni kurang lebih 70% penduduk melakukan budidaya ikan patin.
Ahli gizi PKM pulau tanjung Dini Nikmatul Hikmah mengungkapkan tujuan dicetuskannya inovasi Mama kantin karena Mekar Jaya mampu menurunkan angka stunting dengan sub kegiatan yaitu membuat tepung dari tulang ikan patin yang dibentuk menjadi cookies untuk diberikan kepada balita yang stunting.
Ia bersama dengan KPM dan lainnya berinovasi membuat biskuit yang tinggi kalsium dan protein berupa cookies yang bisa diberikan untuk anak stunting maupun pencegahan stunting, adapun hasil penelitian dari cookies Mama kantin dari tujuh keping cookies yang dibuat mampu memenuhi kebutuhan kalsium anak sehari-hari.
Kemudian inovasi itu juga disosialisasikan ke para ibu-ibu untuk bisa memasakkan anaknya di rumah, melalui kegiatan kelas demo masak, sehingga Ibu di rumah bisa memanfaatkan kolam ikan, selain itu juga bisa memanfaatkan tulang ikan menjadi tulang ikan patin yang bisa dijadikan sayur sup dan gorengan ditambahkan dengan berbagai bahan makanan yang mengandung kalsium tinggi.
Kemudian inovasi lainnya yakni ‘ayah cerdik’ yakni ayah cegah anemia di keluarga, sasarannya adalah suami yang punya istri yang sedang hamil maupun remaja putri untuk memantau minum tablet tambah darah, kemudian ada ‘kebanting’ yaitu kelas balita menurunkan angka stunting dengan tujuan Ibu balita diberikan materi tentang pencegahan stunting.
Kemudian ada ‘kamar ceria’, karena dikecamatan Kusan Tengah tidak ada Sekolah Menengah Atas/sederajat, dibuatlah kelas Mandiri remaja mencegah anemia untuk remaja putri, kemudian inovasi ‘bu kantin’ yakni bola-bola ubi ikan patin, dan ‘Ku Sunting’ yakni cookies sehat anti stunting diberikan saat posyandu maupun kelas balita.
Ia bersyukur dari mulai bergabung di wilayah kerja Puskesmas Pulau Tanjung dari tahun 2021, gizi anak-anak Desa Mekar Jaya sudah mulai ada perbaikan.
Kedepan akan ditingkatkan lagi untuk gizi anak dengan pemberian makan bayi dan anak agar sesuai dengan standar, memenuhi 4 bintang supaya anak tidak mengalami kekurangan nutrisi yang bisa menyebabkan stunting.
Ia berharap kepada masyarakat khususnya ibu-ibu untuk memperbaiki pola makan dan pola asuh anak agar menjadi anak yang sehat cerdas dan bisa menjadi orang yang berguna di masa depannya.
Selain itu, KPM Mekar Jaya Harniati mengatakan selai inovasi cegah stunting, juga menampilkan yel-yel yang berisi ajakan kepada orang tua yang memiliki anak balita untuk memperhatikan pola asuh dan gizi anak khususnya kepada ibu hamil untuk meminum tablet tambah darah, kemudian papan informasi posyandu, galeri kegiatan tentang komitmen bersama, PMT dalam rangka menurunkan stunting kemudian kegiatan PKK, Kelompok Kerja (Pokja) yang sedang berjalan, tentang gizi dan usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K).
Ia juga berterimakasih kepada Kepala Desa Mekar Jaya karena turut serta mendukung dan membantu dalam penanganan stunting di Desa.
Salah satu Tim Penilai Kabupaten mengapresiasikan atas kinerja, semangat dan inovasi yang dicetuskan oleh Desa Mekar Jaya, dan berharap kedepan inovasi Mama Kantin khususnya menu yang berbahan ikan patin bisa dipatenkan oleh Desa Mekar Jaya.
Serta berharap kedepan ada inovasi lain dengan menu berbahan lokal, sehingga diharapkan anak-anak generasi penerus bangsa terbiasa mengkonsumsi bahan-bahan lokal yang ada disekitar salah satunya ubi.
Tim Penilai Kabupaten terdiri dari lintas sektor yakni Dinas Kesehatan selaku Koordinator teknis dalam pelaksanaan inovasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pendidikan yang berhubungan dengan PAUD, Tim Penggerak PKK yang menjadi gerakan-gerakan masyarakat dalam memberdayakan masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Bappeda Litbang, Diskominfo, Dinas Sosial, Disperkimtan, dan Dinas PUPR.



